gomuslim.co.id – Vietnam berkembang menjadi salah satu destinasi wisata populer bagi traveler muslim di Asia Tengara. Vietnam merupakan salah satu negara Asia Tenggara yang mengalami perkembangan ekonomi yang cukup pesat.

Dilansir kantor Berita Mvslim, Vietnam yang dikenal sebagai negara komunis ternyata menjadi tempat tinggal minoritas muslim. Masyarakat muslim Cham tinggal di Desa Cham yang terpencil di dekat perbatasan Kamboja, di pingir Sungai Mekong.

Desa Cham lokasinya dapat dijangkau dengan menggunakan perahu kecil. Lokasi tersebut terdapat banyak anak-anak muslim Cham yang berjualan makanan. Kebiasaan masyarakat disana akan mengikuti siapapun orang asing yang datang, yaitu dengan bertujuan menawarkan makanan yang dijualnya.

 

Baca juga:

Wanita Ini Jadi Wali Kota Berhijab Pertama di Eropa

 

Selain itu, sebagian besar muslim Cham mengenakan Batik Lungi. Sedangkan orang tua kebanyakan memakai jubah putih dan sorban. Sedangkan perempuan muslim Cham juga mengenakan hijab sama seperti muslim lain di dunia.

Rumah-rumah muslim Cham kebanyakan dibangun dari kayu dengan tinggi sekitar dua hingga tiga meter dari tanah. Hal ini untuk mengantisipasi terjangan banjir yang berasal dari Sungai Mekong.

Sebagai informasi, pada abad ke-2 hingga ke-17 Vietnam Selatan merupakan milik Kerajaan Cham. Kerajaan tersebut merupakan kerajaan keturunan orang Polinesia Melayu.

Kemakmuran Kerajaan Cham berasal dari eksplorasi laut dan perdagangan kayu cendana. Perdagangan dengan pedagang asing ini yang mungkin menjadi awal masuknya Islam ke Kerajaan Cham pada abad ke-11. Islam menyebar luas ke Vietnam Selatan sebelum Dinasti Vietnam menaklukan seluruh tanah Vietnam pada abad yang sama.

Setelah itu, Raja Cham masuk Islam pada abad ke-17 dan mulai menyebarkan ajaran Islam kepada rakyatnya di bagian Vietnam Selatan.

Setelah Dinasti Vietnam melakukan invasi ke bagian Vietnam Selatan, sebagian besar muslim Cham melarikan diri ke Kamboja dan mendarat di sebuah daerah yang dinamakan Kampong Cham. Sedangkan sisanya ada yang tinggal di Desa Cham di tepi Sungai Mekong di Vietnam. Kebanyakan penduduk muslim Cham berprofesi sebagai nelayan. Sedangkan perempuannya bekerja sebagai penenun kain dengan corak khas desa tersebut. (hmz/mvslim)

 

 

Baca juga:

Warisan Budaya Islam Masih Terpelihara Baik di Kota Harar Afrika