gomuslim.co.id – Kerajaan Arab Saudi semakin gencar mempromosikan pariwisatanya kepada dunia. Salah satu upayanya dengan menyediakan visa turis secara daring dan pada saat kedatangan bagi pelancong yang telah memegang visa dari Amerika Serikat, Inggris atau kawasan Schengen Uni Eropa.

Peluncuran peraturan visa baru pada September lalu bagi warga dari sejumlah negara di Eropa dan Amerika Utara serta Asia ini bertujuan meningkatkan pariwisata asing dan meragamkan ekonomi kerajaan agar tak bergantung pada minyak.

“Regulasi eksekutif yang dikeluarkan selama akhir pekan menetapkan bahwa orang-orang dari negara lain yang memiliki visa turis atau komersial dari AS, Inggris atau negara Uni Eropa dapat mengikuti proses yang sama, dibanding mengajukan di kantor perwakilan Saudi di luar negeri dengan berkas tambahan,” demikian seperti dilansir dari publikasi Reuters, Selasa, (15/10/2019).

Hingga kini orang asing yang datang ke Arab Saudi sebagian besar terbatas pada pekerja tetap, pelancong bisnis dan jemaah Muslim yang diberikan visa khusus untuk mengunjungi Kota Suci Makkah dan Madinah.

 

 

Baca juga:

Sempat Tertunda, Kerjaaan Saudi Mulai Kembali Pembangunan Masjid Tertinggi di Dunia

 

Visa baru berlaku hingga satu tahun, dengan biaya sekitar 120 dolar AS termasuk biaya asuransi kesehatan dan memungkinkan berbagai kunjungan serta masa tinggal sampai tiga bulan.

Pasca pengumuman visa, pihak berwenang menerapkan aturan kesopanan publik yang melarang pakaian tak sopan dan bermesraan di ranah publik.

Sebelumnya, kerajaan telah menerobos peraturan, dengan memperbolehkan pria dan perempuan asing menyewa kamar hotel bersamaan tanpa menunjukkan bukti bahwa mereka memiliki hubungan. Sementara itu, alkohol tetap dilarang. (jms/reuters)

 

 

Baca juga:

Kementerian Kebudayaan Saudi Luncurkan Kursus Pelatihan untuk Filmmaker