gomuslim.co.id – Halal Tourism merupakan salah satu indikator keberhasilan mendatangkan devisa negara khususnya di sektor pariwisata. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin mengungkapkan halal tourism adalah pariwisata muslim yang toleran dan bersahabat.

Ia mengatakan, sejumlah data mengenai prestasi Indonesia dalam Halal Tourism di kancah internasional. Prestasi ini sungguh sangat menggembirakan mengingat di 2030 menurut data GMTI, jumlah pengunjung wisata muslim mencapai 230 juta.

“Tetapi layanannya yang kita beri kehalalannya. Sehingga orang yang berkunjung ke Nusa Tenggara Barat (NTB) merasa nyaman dan menyenangkan. Jadi tidak akan pernah merubah alamnya atau objek wisata lainnya,” kata Maruf Amin di Jakarta pada Ahad, (13/10/2019).

 

 

Baca juga:

Gencar Promo Wisata Halal, Aceh International Percussion Undang Dua Utusan Negara

 

Sementara itu, Menteri Pariwisata, Arief Yahya membeberkan Pada tahun 2019 ini Indonesia berhasil menjadi The Best The World Halal Tourism Destination 2019 vesi GMTI (Global Moslem Tourism Index). Posisi Indonesia mengalahkan Malaysia, Turki, dan Arab Saudi.

Menurutnya, prestasi Indonesia tersebut bisa menurun apabila tidak kita jaga bersama. Istilah Halal Tourism harus intensif dikomunikasikan sebagai pariwisata yang bersahabat, ramah, dan terbuka. Bukan dipersepsi sebagai pariwisata yang tertutup dan tidak aman untuk pengunjung wisata non muslim.

Kemudian, Pakar Ekonomi Kerakyatan, Frans Meroga Panggabean mengatakan bahwa Halal Tourism itu terbuka, bersahabat, dan mencatat kontribusi ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat.

“Halal Tourism sebenarnya hanya terminologi untuk kepentingan branding dan marketing. Jadi memang masyarakat secara luas harus diberikan edukasi yang jelas agar tidak terjadi salah persepsi dengan istilah halal dan haram dalam terminologi agama,” jelas Frans.

Lebih lanjut, Indonesia juga harus bisa menjaga citra sebagai negara muslim yang toleran dan terbuka, seperti halnya Malaysia, Turki, dan Emirat Arab. Di Indonesia sendiri ditunjukkan oleh Lombok yang merupakan destinasi muslim nomor 1 di Indonesia versi Indonesia Muslim Travel index (IMTI).

“Di Lombok kita lihat turis-turis luar negeri banyak berkunjung menikmati indahnya pantai dan keindahan alam lain dengan nyaman. Masyarakat Lombok juga sangat sadar bahwa pariwisata bisa menjadi andalan periuk nasi mereka,” jelas Frans.

Hal ini juga diamini oleh Sekretaris Jenderal MUI Dr. Anwar Abas memperkuat pernyataan tersebut. “Diharapkan apa yang terjadi di Lombok bisa dijadikan benchmark destinasi pariwisata di daerah lainnya. Di tengah kelesuan ekonomi saat ini, pariwisata bisa menjadi terobosan untuk meningkatkan perekonomian setempat,” tutupnya. (hmz/antara/foto:acehtourism)

 

 

Baca juga:

KH Ma’ruf Amin: Standar Halal MUI Ditiru 50 Lembaga di Dunia