gomuslim.co.id – Perkembangan keuangan syariah Indonesia tidak hanya dilihat dari perbankan syariah saja, tetapi juga dilihat dari kapasitasnya. Hal tersebut disampaikan Direktur Pendidikan dan Riset Keuangan Syariah, Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), Sutan Emir Hidayat.

Ia memaparkan tentang peran keuangan syariah dalam pengembangan ekonomi syariah saat mengisi kuliah tamu di Universitas Muhammadiyah Jember.

“Indonesia kan mayoritas masyarakatnya unbankable, maka lihatnya (keuangan syariah) pada keuangan mikro,” ujar dia pada Ahad (13/10/2019).

 

Baca juga:

Gelar FGD, KNKS Catat Masukan dari Media Syariah dan Fesyen Muslim Indonesia

 

Menurutnya, peran perguruan Tinggi dalam mewujudkan Indonesia Sebagai Pusat Keuangan Syariah Berbasis SDGs.

“Peran peguruan tinggi dalam mengembangkan ekonomi syariah itu sesuai dengan tridharmanya, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” jelas Emir.

Katanya, peran perguruan tinggi dalam mewujudkan Indonesia sebagai pusat keuangan syariah berbasis SDGs ada banyak, di antaranya menciptakan SDM ekonomi syariah yang unggul, analitis, kritis, kreatif, dan inovatif, serta berkolaborasi dengan stakeholders terkait di bidang ekonomi syariah. 

Untuk diketahui, dalam agenda tersebut, KNKS juga melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember dan Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI).

Penandatanganan MoU dihadiri oleh Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jember Drs. Kahar Haerah M.Si, Ketua Program Studi Ekonomi Syariah Imam Syafi’I M.Ei, Pihak UISI dan beberapa tamu undangan lainnya. (hmz/indopos/knks/foto: indopos)

 

 

Baca juga:

Fintech Syariah Dinilai Punya Peluang Besar dalam Percepatan Ekonomi