gomuslim.co.id Wapres terpilih sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof. KH. Ma’ruf Amin di Nusa Tenggara Barat (NTB) membuka The Internasional Halal Tourism Conference di Mataram. Dalam sambutannya, Ketua MUI KH Ma’ruf Amin menegaskan, konsep wisata dalam perspektif halal, bukan objek wisata yang diubah menjadi halal, akan tetapi halal yang dimaksud adalah penyediaan pangan yang disajikan dalam restoran, ketersediaan tempat ibadah dan hotelnya dapat memiliki standar kehalalannya.

Sehingga, katanya, orang yang berkunjung di NTB merasa nyaman dan menyenangkan. Jadi tidak akan pernah mengubah alamnya atau objek wisata lainnya. “Tetapi layanan yang kita beri kehalalannya. Dan MUI akan terus menopang perkembangan industri halal di Indonesia, terutama di NTB yang sedang giat mengembangkan wisata halalnya,” ungkap Ma’ruf.

 

Baca juga:

Dukung Industri Produk Halal, BNI Syariah Gulirkan Rp 1,2 Triliun Selama 2018

 

Sementara itu, Menteri Pariwisata RI, Arif Yahya, mengatakan bahwa NTB menjadi salah satu daerah andalan Indonesia untuk pengembangan wisata halal dunia.

Bahkan, daerah yang memiliki Gunung Rinjani dan Tambora ini dikenal jago dalam hal pengembangan ‘muslim friendly tourism’.

Kehadiran Wapres terpilih di NTB, didampingi Menteri Pariwisata, Arif Yahya, Governor of bank Indonesia, Perry Warjiyo, Steering Committe internasional halal conference, Muhyidin Junaidi, Direktur Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), Sutan Emir, Ceo cressentrating Asia, M. Fazal Bahardeen juga dalam rangka membuka Rakernas MUI yang akan berlangsung pada 11 – 13 Oktober 2019, di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kuta Mandalika, Lombok Tengah. (nov/dbs/pikiranrakyat/foto: gnfi)

 

Baca juga:

Ketua IHLC: Indonesia Wajib Kuasai Industri Halal Dunia