gomuslim.co.id – KH Ma’ruf Amin mengatakan lebih dari 50 lembaga sertifikasi halal dunia mengacu pada standar halal MUI. Hal tersebut disampaikan saat membuka The Internasional Halal Tourism Conference di Mataram yang diselenggarakan oleh MUI.

Di antaranya, Sincung halal for Taiwan. Lembaga tersebut merupakan lembaga yang mewakili MUI di Taiwan. Selain di Taiwan, ada juga di negara Korea dengan nama ‘Ini Halal Korea’.

“Untuk itu, MUI memiliki kepentingan untuk mengembangkan halal tourism bersama dengan kementerian pariwisata,” katanya.

 

Baca juga:

LPPOM MUI Terus Tingkatkan Standarisasi Laboratorium Halal

 

Lebih lanjut, Ma’ruf Amin mengatakan, wisata dalam perspektif halal bukan objek wisata yang diubah menjadi halal. Halal yang dimaksud adalah penyediaan pangan yang disajikan dalam restoran, ketersediaan tempat ibadah, dan hotel memiliki standar kehalalan. Dengan begitu, pengunjung merasa nyaman dan senang.

“Layanan yang kita berikan kehalalannya. MUI akan terus menopang perkembangan industri halal di Indonesia, terutama di NTB yang sedang giat mengembangkan wisata halal,” ungkapnya.

“Sekarang sudah disusun namanya pedoman wisata halal, itu sudah ada langkah-langkahnya,” paparnya.

Dia berharap, konferensi ini akan menghasilkan rekomendasi dan langkah lanjutan yang semakin memajukan pengembangan wisata halal di Indonesia. (nov/dbs/surabayainside)

 

Baca juga:

KH Ma’ruf Amin Tegaskan MUI Akan Topang Perkembangan Industri Halal Indonesia