gomuslim.co.id – Konsul Jenderal Saudi untuk Perancis, Mostafa Mihraje, mengunjungi Kompleks Raja Abdul Aziz untuk melihat proses pembuatan Kiswah (kain penutup Kakbah) di Mekah baru-baru ini. Kunjungan Mihraje diterima langsung oleh direktur kompleks, Hisham Alaa Al-Din.

Selama kunjungan, Mihraje mendapat penjelasan tentang tahapan pembuatan Kiswah Kakbah dan kemampuan peralatan modern di kompleks. Pembuatan Kiswah Kakbah sendiri mendapat perhatian besar dari kepemimpinan yang bijak.

“Perhatian tersebut selanjutnya ditindaklanjuti oleh presiden Presidensi Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci, Syekh Dr. Abdulrahman Al-Sudais. Ini dilakukan untuk memberikan layanan terbaik ke Dua Masjid Suci dan pengunjung,” demikian seperti dilansir dari publikasi Arab News, Jumat, (11/10/2019).

Kiswah terdiri dari lima potong kain. Empat di antaranya menutupi sisi Kakbah dan yang kelimanya adalah burqa, tirai pintu. Semua bagian dijahit bersama. Kiswah dihiasi dengan prasasti yang ditenun dengan benang kain hitam bertuliskan ayat-ayat khusus dari Alquran.

Kain tersebut terbuat dari lebih dari 670 kilogram sutra mentah yang dicelup hitam di dalam kompleks. Kemudian dihiasi 120 kilogram benang emas dan 100 kilogram benang perak. Biaya pembuatan Kiswah sendiri adalah sekitar SR22 juta ($ 5,9 juta).

 

Baca juga:

Persiapan Haji, Kiswah Kakbah Bagian Bawah Diangkat

 

Sekitar 200 pengrajin dan administrator, semuanya warga negara Saudi yang terlatih dan berkualifikasi, terlibat dalam pembuatan penutup hitam yang megah. Kompleks ini mencakup mesin tenun sepanjang 16 meter.

Di akhir kunjungan, konsul jenderal menyatakan kekagumannya atas perawatan yang telah dilihatnya di Kompleks Raja Abdul Aziz. Ia menyebut perkembangan besar dalam pelayanan Dua Masjid Suci memungkinkan para peziarah dan pengunjung untuk melakukan ibadah dengan nyaman. (jms/arabnews)

 

 

Baca juga:

Kiswah Baru Ka’bah Akan Dipasang Bersamaan dengan Wukuf