gomuslim.co.id – Raja Arab Saudi, Salman Bin Abdul Aziz menyebut penyelenggaraan haji Indonesia excellent (luar biasa). Meski dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia, tetapi semuanya dapat terorganisir dengan baik.

Hal demikian disampaikan Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegeibril dalam Rakernas Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1440H/2019M, di Jakarta baru-baru ini. Ia juga menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan haji Indonesia yang dinyatakannya telah sukses dilaksanakan.

Agus mengatakan, atas apresiasi itu dirinya pun berkesempatan untuk berbicara dihadapan Raja maupun masyarakat Saudi melalui saluran televisi nasional.

“Dari 100 Dubes yang ada, hanya Dubes Indonesia yang diberikan kesempatan berbicara selama 11 menit tentang penyelenggaraan haji di TV nasional,” ujarnya.

Di hadapan Raja Salman bin Abdul Aziz, Dubes Agus mengungkapkan empat kunci kesuksesan haji yang dimiliki Indonesia. Pertama, services commitment yang dimiliki oleh seluruh petugas haji. Mulai dari lini paling atas penyusun kebijakan seperti Menteri dan Dirjen hingga mereka yang bekerja pada tataran operasional atau eksekusi, menurutnya petugas haji Indonesia memiliki komitmen untuk melayani.

“Kedua, kerja di bawah satu komando. Mulai dari persiapan hingga pelaksanaan seluruh petugas haji Indonesia bekerja dalam satu komando. Di Indonesia, komando ada di Menteri Agama. Di Saudi, komando di tangan Dubes,” ungkapnya.

 

Baca juga:

Inilah Lima Poin Menag dalam Evaluasi Penyelenggaraan Haji 2019

 

Ketiga, mengutamakan kebersamaan untuk mencapai tujuan pelayanan. “Petugas Indonesia mendahulukan kekitaan dibandingkan kepentingan lainnya. Saat penyelenggaraan ibadah haji, utamanya saat masa operasional, tidak ada lagi segmentasi tiap-tiap kementerian/lembaga. Semuanya melebur menjadi Indonesia. Itu mengutamakan kekitaan,” kata Agus.

Keempat, seluruh petugas haji Indonesia memiliki komitmen untuk memberikan layanan yang istimewa bagi seluruh jemaah haji Indonesia. “Jadi layanan yang diberikan selaku yang terbaik, yang istimewa,” tuturnya.

Sementara, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sendiri memilih untuk menunggu survei Badan Pusat Statistik untuk menyatakan penyelenggaraan haji 1440H/2019M sukses. “Saat ini saya masih menunggu hasil survei yang telah dilakukan secara independen dan objektif oleh Badan Pusat Statistik (BPS),” ujar Menag.

Namun dari apa yang disampaikan Dubes Agus dan Dirjen PHU adalah amatan umum dari respons jemaah haji Indonesia, setidaknya tahun 2019 tidak lebih buruk dari 2018. Menag pun kerap mengingatkan jajarannya, bahwa untuk mencapai kesuksesan penyelenggaraan haji, maka jangan terbang karena pujian dan jangan tumbang karena cacian. (jms/kemenag)

 

 

Baca juga:

Gubernur Lampung Ajak AKHI Sinergi untuk Edukasi Umat Soal Haji