PKPU Human Initiative Distribusikan Air Bersih untuk Penyintas Bencana Longsor di Kuningan

gomuslim.co.id – Bencana longsor yang terjadi pada tahun 2018 lalu masih menyisakan duka untuk para penyintas di lokasi terdampak. Sebagian dari mereka kini mengungsi di kampung hunian sementara (huntara) yang terletak di Desa Ciniru, Kuningan, Jawa Barat.

Merespon hal tersebut, Human Initiative Jawa Barat dan Mandiri Amal Insani menghadirkan program “Berbagi Air Bersih” untuk kebutuhan para penyintas. Sebanyak 102 KK yang menghuni lokasi huntara menerima manfaat program ini.  

Selama tinggal di huntara, mereka menghadapi kesulitan air bersih karena jumlah yang terbatas. Dilokasi huntara hanya ada satu penampungan air yang tidak mampu menyimpan debit air dalam jumlah banyak.

Kepala Cabang Human Initiative Jawa Barat, Kiki Rejeki mengatakan bantuan ini diharapkan bisa membantu meringankan beban dari para warga pengungsi. Selain itu Kiki juga menekankan pentingnya menjaga atau merawat fasilitas yang sudah dibuat.

“Kalau untuk pembuatan mungkin tidak membutuhkan waktu yang lama. Tetapi yang paling penting adalah menjaga apa yang sudah dibuat agar bisa terus digunakan oleh warga. Karena semua fasilitas ini digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan warga,” ujarnya baru-baru ini.

 

Baca juga:

Human Initiative bersama PT Tirta Investama Lakukan Pencegahan Stunting Balita di Kabupaten Cianjur

 

Program Berbagi Air Bersih merupakan salah satu program dari Mandiri Amal Insani dibidang pembangunan sarana fasilitas desa seperti pembuatan sumur. Melalui program tersebut, sumur bor yang telah dibuat kemudian menjadi tempat penampungan air yang diletakan di area huntara.

Pelayanan masyarakat bukan hanya melalui program air bersih saja, tapi juga pembuatan Mandi, Cuci, Kakus (MCK) yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan warga dalam hal sanitasi yang bersih dan layak.

Salah seorang warga, Maman menceritakan kesulitannya dalam hal mendapatkan air.  Selama ini air yang ia dapatkan harus digunakan dengan sangat hemat. Pagi-pagi biasanya digunakan lebih banyak untuk kebutuhan anak-anak sekolah dan kebutuhan memasak. “Jadi kami biasanya antri bergiliran. Karena jumlah toilet pun terbatas,” ujarnya.

Meski demikian, Maman tetap bersyukur dengan adanya program tersebut. Menurutnya, program itu sangat membantu sekali apalagi di musim kemarau seperti ini air sangat langka didapat. (jms/pkpu)

 

 

Baca juga:

Milad ke-19, PKPU Human Initiative Beri Penghargaan kepada Pelaku Kemanusiaan