gomuslim.co.id – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengimbau pelaku usaha makanan dan minuman untuk segera mengurus sertifikat produk halal. Ia mengatakan pendaftaran sudah bisa dilakukan sekarang meski Undang-Undang Jaminan Produk Halal (UU JPH) baru mulai berlaku pada 17 Oktober 2019.

“Jadi begini, 17 Oktober itu adalah tanggal menurut undang-udang, dimulainya proses sertifikasi produk halal, dikhususkan sebatas ini makanan dan minuman dulu,” ujarnya di Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta Pusat.

Lebih lanjut, kata Lukman, sertifikasi halal untuk produk makanan dan minuman sangat penting bagi masyarakat. Sebab penduduk Indonesia yang mayoritas muslim membutuhkan kepastian produk halal.

 

Baca juga:

Menag: Kewajiban Sertifikasi Halal Dimulai dari Produk Makanan Minuman

 

Menurutnya, sertifikasi halal sendiri juga diperlukan untuk menjamin adanya kepastian hukum bagi pelaku usaha, sebelum mereka mengedarkan produk masing-masing yang diklaim halal.

“Dijamin kehalalannya atau tidak, maka 17 Oktober nanti dimulainya saat proses sertifikasi produk-produk ,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Direktur Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOK MUI), Osmena Gunawan mengatakan, biaya sertifikasi halal di Indonesia merupakan yang termurah dibanding negara lain di dunia. “Rata-rata biaya sertifikasi halal di kita itu Rp2.500 ribu,” tuturnya.

Osmena menambahkan, biaya sertifikasi di Indonesia bisa murah karena orientasinya bukan bisnis. Kata dia, sertifikat produk halal dikeluarkan semata-mata menjaga muslim dari produk haram. (nov/okezone/dbs)

 

 

Baca juga:

Sekjen Kemenag: Layanan Jaminan Produk Halal Jadi Tugas Bersama Kementerian dan Lembaga Terkait