gomuslim.co.id – Arab Saudi akan menjadi negara pertama untuk uji lintasan jarak jauh sistem transportasi hyperloop. Virgin Hyperloop One (VHO) yang berbasis di Amerika Serikat (AS) mengumumkan kemitraan dengan Otoritas Kota Ekonomi Kerajaan untuk membangun jalur sepanjang 35 km di King Abdullah Economic City, 100 km ke utara dari Jeddah.

Perusahaan tersebut mengkonfirmasi bahwa pembangunan akan dimulai pada akhir tahun 2020 mendatang. Proyek ini disebut sedang dalam pembicaraan dengan pemerintah Saudi untuk menyepakati jadwal waktu khusus.

Direktur Pelaksana VHO untuk Timur Tengah dan India, Harj Dhaliwal mengatakan pihaknya bersama pemerintah masih membahas jadwal. Ia berharap, jika semuanya berjalan sesuai rencana, pembangunan fasilitas pengujian dan sertifikasi dimulai pada 2020. “Selesainya mungkin pada 2024 dan 2025,” ujarnya seperti dilansir dari publikasi Arab News, Selasa, (08/10/2019).

Proyek yang mencakup pusat penelitian dan fasilitas manufaktur dengan komponen canggih sistem transportasi futuristik ini juga diharapkan untuk tahun 2024.

“Ini menempatkan Arab Saudi di garis depan dalam teknologi transportasi. Itu menjadikan mereka pemimpin dalam pembuatan teknologi hyperloop,” kata Dhaliwal.

Sistem transportasi hyperloop, yang terkenal diusulkan oleh CEO Tesla Elon Musk, berjanji untuk memungkinkan orang untuk melakukan perjalanan sekitar 1.000 kilometer per jam, atau kira-kira dua kali lebih cepat dari kereta cepat Jepang.

“Kita akan dua kali lebih cepat dengan energi yang lebih sedikit,” kata Dhaliwal.

Transportasi ini diharapkan dapat mengurangi waktu perjalanan darat antara Riyadh dan Jeddah dari 10 jam menjadi 76 menit.

Meskipun pengujian kargo dan manusia belum dimulai oleh VHO, Dhaliwal mengatakan bahwa pihaknya hampir beralih ke pengujian yang sangat canggih dengan penumpang di dalamnya.

“Kami telah menguji struktur hiper, vakum, sistem kontrol, sistem levitasi, sistem teknologi, dan kendaraan. Langkah selanjutnya adalah pindah ke membawa kargo dan orang-orang,” katanya.

 

Baca juga:

Terbesar, Terminal 1 Bandara Internasional King Abdul Aziz Saudi Resmi Dibuka

 

Ia menambahkan bahwa situs pengujian mereka di Las Vegas, di mana orang dapat melihat aksi hyperloop. “Kita masih harus melalui proses. Penumpang akan berada dalam kondisi vakum. Mereka akan berada dalam ruang. Kami ingin memastikan bahwa jika kami memasukkan barang atau orang saat pengujian kecepatan tinggi, tidak ada yang salah,” paparnya.

Hal tersebut bukan hanya masalah menempatkan seseorang ke dalam dan berharap itu bekerja. Mengingat jika gagal, justru akan menjadi bencana bagi bisnis transportasi perusahaan. Meskipun teknologi menjanjikan perjalanan kecepatan tinggi belum pernah terjadi sebelumnya.

Teknologi ini belum pernah diuji dengan penumpang manusia, dan banyak ilmuwan tetap skeptis tentang keamanan dan kelayakannya.

“Orang-orang sudah melakukan perjalanan dengan kecepatan luar biasa di dalam pesawat terbang. Orang-orang melakukan perjalanan 900 km per jam di udara pada ketinggian 40.000 kaki, dalam sebuah kapal bertekanan. Polong ini dirancang sesuai standar kedirgantaraan. Bayangkan sebuah pesawat tanpa sayap, itulah yang kita miliki di sini,” jelas Dhaliwal.

Dia mengatakan banyak standar yang digunakan untuk membangun sistem hyperloop. “Ada banyak pelajaran, data, dan informasi yang tersedia dari sektor yang berdekatan seperti dirgantara dan kereta api berkecepatan tinggi yang kami manfaatkan,” tambahnya.

Dhaliwal juga menyebutkan bagaimana mereka mengumpulkan dukungan besar-besaran dari investor untuk membangun teknologi hyperloop. Perusahaan ini, sebutnya, telah mengumpulkan dana lebih dari $ 400 juta.

“Kami memiliki investor yang benar-benar percaya ini akan terjadi. Kami memiliki tim dari beberapa insinyur paling cerdas di dunia yang bekerja bersama kami untuk membawa kami ke tingkat pengembangan teknologi. Ini sedang terjadi sekarang,” tutupnya. (jms/arabnews)

 

 

Baca juga:

Edukasi Peraturan Lalu Lintas, Pemerintah Saudi Resmikan Kota Anak-Anak