gomuslim.co.id – Halal Corner terus memberikan edukasi dan pendampingan terhadap pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) terkait sertifikasi halal. Salah satunya melalui kegiatan mentoring bertajuk ‘Cara Mudah Mendapatkan Sertifikat Halal’. Kegiatan ini berlangsung di Aula Apartemen Mutiara Bekasi, Sabtu-Ahad (05-06/10/2019).

Founder Halal Corner sekaligus Halal Consultant, Aisha Maharani mengatakan kegiatan mentoring dari divisi consulting HC ini sudah tiga kali dilakukan. Sebelumnya, Halal Corner sudah menghelat acara serupa di wilayah Jakarta dan Bogor.

“Selama dua hari, kami melakukan pendampingan dan mengajarkan mereka (pelaku usaha) untuk mempersiapkan sertifikasi halal. Mulai dari bagaimana menyiapkan daftar produk, bahan baku, kesiapan fisik, dan segala macam yang berkaitan dengan proses sertifikasi halal,” ujarnya kepada gomuslim, Sabtu (05/10/2019).

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya sekadar seminar terus selesai. Tetapi mengajak peserta langsung praktik mempersiapkan produknya agar siap disertifikasi halal. Maka dari itu, pihaknya tidak terlalu banyak menyampaikan materi, hanya dua sesi di hari pertama.

“Kita gak banyak dulu supaya lebih paham. Kalau sedikit tapi paham, kita harapkan mereka segera mensertifikasi. Daripada banyak tapi gak paham dan tidak bisa sertifikasi. Bukan hanya hari ini seminar, terus besoknya lupa. Tapi targetnya begitu pulang, mereka harus sudah mulai melakukan pergerakan untuk melakukan persiapan sertifikasi halal,” jelasnya.

Pada sesi pertama, peserta diberikan pembekalan mengenai prosedur sertifikasi halal yang sudah ada selama ini dari MUI. Bagaimana caranya, tahapan-tahapannya, apa saja yang harus dipersiapkan seperti dokumen, surat izin usaha dan hal lain yang dibutuhkan dalam sertifikasi halal.

“Kita juga menyampaikan materi tentang undang-undang jaminan produk halal (UU JPH) yang berlaku apa saja, terutama tentang wajib sertifikasi halal dan apa sanksi kalau ada manipulasi, penipuan dan sebagainya. Kita juga menyampaikan tentang bagaimana perbandingan prosedur halal di MUI dan BPJPH,” paparnya.

 

Baca juga:

 

Pada sesei kedua, materi pengenalan sistem jaminan halal disampaikan oleh Yayat Nurhayati sebagai Halal Consultant yang sudah berpengalaman.

Peserta Non Muslim Pun Ikut Mentoring

Menariknya, kegiatan mentoring sertifikasi halal ini tidak hanya diikuti oleh kalangan UKM muslim, tetapi juga non muslim. Dia adalah Natalia JS Satyawirawan (59), pelaku UKM rumahan asal Gorontalo yang kini berdomisili di Jatibening, Bekasi.

“Saya kan jualan bakso, daging olahan. Saya ingin lebih tahu detail mengenai makanan yang saya buat sekaligus harus tahu mengenai prosedur sertifikasi halal. Kan saya belum ngerti, misalnya tadi dibilang produk itu mulai dari bumbu, dari alat, termasuk bahan-bahan juga harus halal,” ungkapnya.

Ia mengatakan akan mengajukan sertifikasi halal setelah paham mengenai hal-hal teknisnya. Sebagai pelaku usaha, ia menilai menjamin keamanan produk halal bagi konsumen, terutama yang muslim itu sangat penting.

“Pertama buat saya, jualan itu harus bener. Kedua, sertifikasi halal itu sangat perlu karena selain baik untuk kesehatan juga menjadi jaminan. Jadi saya gak jual yang ecek-ecek. Konsumen juga akan lebih percaya. Intinya utuk menjamin konsumen. Karena bagi saya, kalau udah jalan, jangan tanggung-tanggung,” paparnya.

Awalnya, ibu tiga anak ini mengaku bingung untuk ikut kegiatan mentoring karena berbeda keyakinan. Ia takut kehadirannya justru mengganggu kegiatan.   

“Saya takutnya salah masuk. Takut mengganggu. Makanya tadi bilang ke panitia, saya cuma pengen punya produk yang bener-bener halal dan belajar. Dan responnya juga baik dan diizinkan ikut. Saya malah mau ajak temen-temen lain biar tau juga tentang sertifikasi halal lebih detail,” tutupnya. (jms)

 

 

Baca juga:

Founder Halal Corner Ajak Masyarakat Ikut Gerakan Buy Halal First