gomuslim.co.id – Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bankaltimtara berencana melakukan pendaftaran spin-off pada Juni 2020 mendatang. Langkah ini dilakukan agar menjadi Badan Usaha Syariah (BUS) pada 2023.

Direktur Bankaltimtara Syariah Hairuzzaman mengatakan hal tersebut akan dilakukan guna menyesuaikan peraturan baru yang akan dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Peraturan OJK (POJK) yang akan diluncurkan bulan ini, salah satunya mengenai sinergi perbankan antara induk dengan UUS maupun BUS.

Aturan tersebut nantinya UUS atau BUS milik perbankan diperkenankan untuk menggunakan fasilitas induk konvensional. Jika aturan tersebut telah dikeluarkan OJK, setiap UUS maupun BUS dapat menggunakan sistem induk konvensional terutama dari sisi teknologi informasi (TI).

“POJK ini bertujuan mendorong pengembangan bisnis UUS sebelum diharuskan untuk spin off pada 2023. Dengan cara ini perbankan syariah dapat lebih efisien dan lebih cepat untuk tumbuh. Aturannya akan keluar pada Oktober 2019. Akan ada aturan baru yang mengatur tentang spin-off tersebut, namun pendaftaran akan dilakukan pada Juni 2020,” ujarnya, Kamis, (03/10/2019).

Sesuai ketentuan perundang-undangan, setelah 15 tahun UUS harus sudah spin-off menjadi BUS. Artinya Bankaltimtara Syariah harus berdiri sendiri. Untuk spin-off UUS Bankaltimtara akan menyesuaikan dengan ketentuan regulator yang tertuang di POJK tersebut. Selambat-lambatnya UUS Bankaltimtara akan menjadi BUS pada 2022.

 

Baca juga:

Unit Usaha Syariah Bank Kalsel Realisasi Spin-Off pada 2022

 

Untuk bergabungnya seluruh BPD se-Kalimantan, pihaknya masih menunggu ketentuan POJK baru. Saat ini pihaknya fokus untuk spin-off khusus UUS Bankaltimtara yang akan menjadi BUS. Setelah itu jika memungkinkan memperbesar size BUS, akan dibuka kesempatan UUS BPS lain yang ingin bergabung dengan BUS Bankaltimtara. “Kita lihat dulu aturan barunya seperti apa, apa bisa bergabung atau tidak,” katanya.

Sambil menunggu spin-off, Bankaltimtara syariah tetap melayani transaksi masyarakat. Ini sebagai bentuk dukungan untuk mewujudkan Indonesia menjadi pusat keuangan syariah dunia.

Bankaltimtara syariah sendiri mencatatkan kinerja cukup baik. Sampai triwulan ketiga, bank syariah ini telah menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 2 triliun lebih. Hal itu menandakan cukup banyak nasabah yang percaya dengan Bankaltimtara syariah. Sedangkan untuk pembiayaan mencapai Rp 1 triliun.

“Semoga dengan kinerja yang terus membaik ini, nasabah dan seluruh stake holder semakin percaya bahwa dengan UUS yang dikelola sesuai aturan yang jelas, memang layak menjadi BUS,” tutupnya. (jms/kaltimprokal)

 

 

Baca juga:

Rencana ‘Spin-off’ Unit Usaha Syariah Bank Jatim Masih Tahap Kajian