gomuslim.co.id – Pusat Bantuan Kemanusiaan Raja Salman (KSRelief) menyelenggarakan simposium bertajuk ‘peran bantuan kemanusiaan dalam mendukung sains dan pengetahuan di daerah yang terkena dampak’. Kegiatan dihelat dalam sebuah pameran di markas besar Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) di Paris baru-baru ini.

Penyelia Umum KSRelief, Abdullah Al-Rabeeah, mengatakan bahwa sejak bergabung dengan UNESCO sebagai anggota pendiri di London pada tahun 1946, Kerajaan Saudi telah melakukan banyak inisiatif untuk meringankan penderitaan orang-orang yang membutuhkan di seluruh dunia. Hal tersebut terlihat dari sejumlah proyek kemanusiaan dan bantuan yang digulirkan.

“Seiring peningkatan variabel situasi krisis dan keadaan darurat kemanusiaan, ada kebutuhan untuk mengikuti perkembangan terbaru untuk memenuhi tujuan pembangunan berkelanjutan, terutama pemberantasan kemiskinan, pendidikan untuk semua, kesetaraan gender dan layak peluang pekerjaan,” ujarnya seperti dilansir dari publikasi Arab News, Jumat, (04/10/2019).

 

 

Baca juga:

Pengawas Umum KSRelief Saudi Terima Penghargaan Moderasi 2019

 

Al-Rabeeah menekankan bahwa Arab Saudi, sebagai salah satu donatur terbesar bantuan kemanusiaan, berusaha untuk bergerak maju dalam penyelesaian pencapaian internasionalnya untuk membantu mereka yang membutuhkan bekerja sama dengan PBB.

Ia mengatakan bahwa Kerajaan menargetkan mencapai hal ini dengan meluncurkan prakarsa perintis untuk mendukung generasi muda di masyarakat yang dilanda bencana untuk masa depan yang makmur.

Sebelumnya, Al-Rabeeah menyebutkan bahwa sejak tahun 1996, Arab Saudi telah menyumbangkan lebih dari $ 92,4 miliar untuk 84 negara. Al-Rabeeah juga bertemu dengan Joanneke Balfoort, perwakilan Belanda untuk Komite Politik dan Keamanan Uni Eropa. Mereka membahas sejumlah masalah yang berkaitan dengan bantuan kemanusiaan. (jms/arabnews)

 

 

Baca juga:

Berantas Kebutaan di Seluruh Dunia, Pusat Bantuan Saudi Teken 16 Kesepakatan Kerjasama