gomuslim.co.idDesa Turtuk yang merupakan desa Islam di Pakistan sempat mengalami tragedi dalam perang yang menyisakan banyak cerita, salah satunya adalah memisahkan desa tersebut dari Pakistan.

Desa yang bernama Turtuk itu terletak di perbatasan  India dan Pakistan. Desa Islam Turtuk yang berada di perbatasan direbut oleh India dari Pakistan. India pun tidak pernah mengembalikan desa ini karena khawatir akan keamanan perbatasan.

Dilansir dari BBC pada Kamis, (03/10/2019), daerah perbatasan tersebut sudah lebih tenang, dan pada 2010 Turtuk dibuka untuk pariwisata. Kini, masyarakat diluar desa itu dapat menikmati keindahan desa dan cara hidup warga Turtuk yang unik.

Penduduk Turtuk adalah Muslim Noorbakshia, sekte Sufi Islam yang berbicara menggunakan bahasa Balti dan mengenakan shalwar kameez. Dibanding India, muslim Turtuk lebih mempunyai kesamaan dengan saudara mereka di Baltistan, di perbatasan Pakistan, 6 km di ujung jalan.

 

Baca juga:

Baru Diresmikan, Masjid Ini Diklaim sebagai Masjid Terbesar dan Terindah di Benua Biru

 

Untuk diketahui, Turtuk sangat sulit untuk dicapai, terletak di ujung Lembah Nubra Ladakh, jauh di India Utara, dikepung oleh Sungai Shyok dan puncak-puncak tinggi Pegunungan Karakoram. Hanya ada satu jalan masuk dan keluar lembah yang dikelilingi bukit batu itu: jalur bergelombang yang melintasi lintasan tinggi menuju Leh.

Namun, hal yang lebih menarik daripada pemandangannya adalah sejarah Turtuk yang agak rumit, sebagai desa yang kehilangan negaranya. Pada umumnya, warga lembah Ladakh adalah Ladakhi Tibet yang beragama Buddha. Namun Turtuk dihuni kelompok etnis Baltis, keturunan Tibet yang sebagian besar tinggal di wilayah Skardu, Pakistan.

Sebagai informasi, faktanya, Turtuk memang bagian dari Pakistan hingga 1971. Saat itu tentara India menduduki desa Islam tersebut, ketika perang perbatasan terjadi di sepanjang Garis Kontrol, garis sengketa yang melintasi beberapa gunung tertinggi dan bentang alam paling keras di planet ini.

Namun itu dulu, kini Penduduk Balti di Desa Turutk hidup tenang dengan memanfaatkam sebagian besar tembok batu Karakoram tinggi yang mengelilinginya sebagai tempat tinggal.

Perlu diketahui Turtuk lebih rendah dari tempat lain di dataran tinggi Ladakh, hanya 2.900 meter di atas permukaan laut. Pada ketinggian ini, musim panas bisa menjadi sangat panas. (hmz/okezone)

 

 

Baca juga:

Sumbar Padukan Wisata Halal dan MICE untuk Gaet Wisatawan