gomuslim.co.id – Kereta Berkecepatan Tinggi Arab Saudi, Haramain akan memulai kembali layanannya dalam waktu 30 hari ke depan. Hal ini disampaikan Menteri Transportasi dan Ketua Dewan Direksi Perusahaan Kereta Api Saudi (SAR) Dr. Nabil Al-Amoudi, Selasa, (01/10/2019).

Kereta akan beroperasi antara Makkah dan Madinah melalui Bandara Internasional King Abdulaziz (KAIA) dan Kota Ekonomi Raja Abdullah Rabigh. Layanan kereta telah ditangguhkan pada hari Minggu, (29/09/2019) setelah kebakaran besar yang melanda stasiun kereta api di distrik Sulaymaniyah Jeddah.

Pemerintah Saudi sudah membentuk beberapa komite untuk menyelidiki penyebab kebakaran di stasiun Kereta Api Kecepatan Tinggi Haramain itu. Temuan panel akan dipresentasikan kepada Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman.

Al-Amoudi mengatakan bahwa semua lembaga terkait memberikan prioritas utama sesuai arahan Raja dan Putra Mahkota untuk memberikan layanan yang paling efisien dan terbaik bagi para peziarah dan pengunjung dalam perjalanan Makkah dan Madinah. “Ini jelas ketika mereka memikul tanggung jawab memadamkan api,” ujarnya seperti dilansir dari publikasi Saudi Gazzate, Rabu, (02/10/2019).  

Sebanyak 11 orang terluka dalam bencana kebakaran api yang terjadi pukul 12.35 malam. Di atap lantai empat gedung stasiun terlihat kepulan asap besar mengepul ke udara, membuat langit pagi semakin gelap di atas stasiun.

 

Baca juga:

Saudi Lakukan Investigasi Penyebab Kebakaran Stasiun Kereta Api Cepat Haramain

 

Penumpang dan karyawan dievakuasi segera setelah alarm kebakaran berbunyi mulai pukul 12:05 malam. Sistem peringatan dini berkontribusi pada keselamatan semua orang secara efektif, meskipun kebakaran berlangsung selama 15 jam yang sebagian besar terkonsentrasi di atap stasiun.

Sistem proteksi kebakaran di dalam stasiun dan pintu tahan api telah mengisolasi lantai lain dari stasiun. Sistem ini memberikan perlindungan untuk lantai pertama, kedua dan ketiga di samping ruang bawah tanah, yang menampung sebagian besar sistem kontrol dan sistem operasi.

Api juga tidak mencapai rel kereta api atau sistem tenaga rel listrik sehingga akan membuat pemulihan layanan lebih mudah.

Pasukan Pertahanan Sipil, dengan dukungan helikopter, harus berjuang selama berjam-jam untuk memadamkan api. Beberapa unit Pertahanan Sipil di wilayah Makkah telah beraksi untuk memadamkan api dan mengevakuasi orang-orang yang terperangkap di dalam stasiun. Pasukan keamanan menggunakan helikopter yang dilengkapi dengan tanker air untuk memadamkan api. (jms/saudigazzate)

 

 

Baca juga:

Kereta Haramain Saudi Tambah 10 Trip Harian selama Bulan Ramadhan