Sharing Manajemen Pendingin Vaksin, Bio Farma Terima Kunjungan Perwakilan Negara OKI

gomuslim.co.id – Delegasi Organisasi Kerjasama Islam (OKI) mengunjungi tempat produksi dan distribusi vaksin PT Bio Farma (Persero) di Jalan Pasteur, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu, (02/10/2019). Kunjungan 16 orang perwakilan dari 15 Negara tersebut dilakukan sebagai sarana berbagi pengetahuan tentang manajemen rantai dingin (cold chain) distribusi vaksin.

Menurut Direktur Operasi Bio Farma, Mas Rahman Roestan, dalam daftar Negara OKI, hanya Indonesia melalui Bio Farma yang memiliki 14 jenis vaksin diakui oleh badan kesehatan dunia (WHO). Dari 57 negara anggota OKI, yang sudah diakui badan kesehatan dunia untuk produk vaksin hanya Indonesia dan Senegal.

“Kalau Senegal hanya dua jenis vaksin. Itu pun hanya untuk kebutuhan Afrika tengah dan Afrika barat saja. Negara lainnya yaitu Indonesia. Karena itu, Indonesia diharapkan bisa membagi pengalaman untuk kemandirian produksi vaksin negara-negara OKI,” ujarnya.

Rahman mengungkapkan, program kunjungan ini merupakan kerja sama antara negara-negara OKI, di mana Indonesia telah ditunjuk sebagai pusat pengembangan vaksin dan bioteknologi. Para perwakilan negara tersebut mengunjungi lab tempat produksi dan juga distribusi vaksin dengan sistem rantai dingin.

Mereka menggunakan jas lab karena tempat tersebut sangat dingin. Setelah itu mereka juga berkunjung ke gedung pusat fasilitas produk bioteknologi dan vaksin OKI yang berada di kompleks Bio Farma.

 

Baca juga:

Hadirkan Vaksin Halal, BPOM RI Siap Kerjasama dengan OKI 

 

Rahman mengatakan kunjungan tersebut hanya kerja sama pengetahuan yang bersifat jangka pendek. Sedangkan untuk jangka menengahnya, Bio Farma akan bekerja sama untuk mentransfer teknologi sistem manajemen rantai dingin vaksin ke negara-negara OKI.

Dalam program transfer teknologi tersebut, perusahaan akan mengirimkan para ahli vaksin ke negara-negara OKI yang berminat. Saat ini, salah satu negara yang tengah intensif melakukan transfer teknologi dengan Bio Farma adalah Arab Saudi.

“Yang sudah berjalan adalah kerja sama dengan Saudi Arabia untuk transfer teknologi, kita akan menyiapkan bahan aktifnya dari Bio Farma dan dikirim ke Saudi Arabia, kemudian diproduksi di sana untuk kebutuhan negara-negara teluk,” katanya.

Saat ini, sambungnya, banyak negara konflik yang penduduknya masih terjangkit polio. Maka dari itu, yang banyak dibutuhkan sekarang adalah vaksin untuk polio.

“Jadi kalau di Indonesia sudah bebas polio, tapi di negara-negara seperti Afghanistan, Pakistan, Nigeria itu masih terjangkit polio karena mereka negara-negara konflik,” katanya. (jms/antara)

 

 

Baca juga:

Bio Farma Genjot Produksi Vaksin Halal sampai 2024