gomuslim.co.id – Badan amil zakat nasional (BAZNAS) mengirimkan bantuan kepada 1.432 orang mustahik di Kecamatan Kebayoran Lama dan Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Penyaluran bantuan tersebut berlangsung di Halaman Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Senin (30/9/2019).

Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali berharap bantuan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Sehingga diharapkan tahun berikutnya bukan lagi menjadi duafa (orang yang lemah secara ekonomi) atau mustahik, tetapi muzakki.

“Kita memang tidak bisa memilih dari mana kita dilahirkan. Tapi kita bisa memilih mau jadi apa, kita mau apa,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Marullah mengingatkan, kesuksesan dan kehebatan seseorang bukan karena yatim dan duafa. Tentu tidak ada satu orang pun ingin menjadi duafa, tetapi banyak langkah dan tindak tanduk yang menjadikan seseorang kaum duafa.

 

Baca juga:

Jalin Kerjasama dengan pedulisehat.id, BAZNAS Permudah Donasi Masyarakat

 

“Kuncinya satu, mau atau tidak mau berusaha menjadi lebih baik. Teruslah berusaha sekeras mungkin, untuk menjadi lebih baik,” terangnya.

Sementara Plh Ketua Baznas (Bazis) Jakarta Selatan Yasdar dalam laporannya mengatakan, penyaluran bantuan pendayagunaan ZIS kepada mustahik dari dua kecamatan itu merupakan bagian dari kegiatan Peduli Muharram 1441/2019 yang bertema “Menciptakan Generasi Iman Taqwa dan Peduli Sesama Umat melalui Gerakan Sadar Zakat dan Amal Sosial”.

“Penerima bantuan dari Kebayoran Baru sebanyak 810 orang dan dari Kebayoran Lama 622 orang, total 1.432 orang. Tiap satu orang mendapatkan bantuan senilai Rp 1 juta,” jelasnya.

Penerima bantuan dari Kebayoran Baru, Titi mengatakan akan menggunakan uang bantuan untuk membiayai pendidikan anak yang masih duduk di kelas 4 Sekolah Dasar. Di sela-sela acara dilakukan juga penandatangan MoU perjanjian kerja sama dengan pengurus masjid, musala, yayasan, majelis taklim, dan UKM di Jaksel yang bersedia menjadi Unit Pengumpul Zakat (UPZ). (hmz/baznas)

 

 

Baca juga:

Dorong Kemandirian Masyarakat, Baznas Resmikan Balai Ternak Ketujuh di Aceh