gomuslim.co.id – PPPA Daarul Quran telah memberangkatkan Gerilya tim Siaga Bencana (SIGAB) ke Sumatera Selatan dalam misi kemanusiaan untuk bencana asap sejak Selasa (10/9/2019) lalu. Selama sepekan, tim SIGAB telah mendistribusikan bantuan seperti membagikan masker, oksigen, obat-obatan dan melakukan pelayanan kesehatan gratis.

Koordinator SIGAB untuk Bencana Asap Sumatera, Sunaryo mengatakan pihaknya memetakan aksi menjadi sembilan titik. Delapan diantaranya adalah rumah tahfidz di sekitar Palembang dan Banyuasin. Sedangkan daerah lainnya di jalan-jalan umum di Sumatera Selatan tepatnya Simpang Kramasan dan Fly Over Jakabaring, Palembang.

Alhamdulillah dari aksi kemanusiaan ini tercatat total penerima manfaat sebanyak 1.465 jiwa. 269 diantaranya merupakan pasien layanan kesehatan gratis, 596 santri dan asaatidz rumah tahfidz penerima masker dan oksigen serta 600 sisanya adalah pengguna jalan raya,” ujarnya.

Dari empat titik pelayanan kesehatan gratis yang didirikan, Rumah Tahfidz Nurul Hikmah dan Tazkiyyah menjadi lokasi dengan dampak kabut asap terparah. Dibuktikan dengan banyaknya pasien yang telah terjangkit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) dengan gejala batuk dengan dahak berwarna hijau.

 

Baca juga:

Para Santri Ini Tetap Menghafal Alquran di Tengah Kepungan Asap

 

“Seperti yang kita ketahui, bahwasanya akibat dari kebakaran hutan dan lahan di daerah Sumatera Selatan ini mengakibatkan aktivitas di sebagian wilayah Sumatera Selatan terganggu, khususnya kegiatan para santri di rumah tahfidz untuk menghafal Al-Quran,” tutur Nayo sapaan akrab Sunaryo.

Karena itu, PPPA Daarul Quran hadir untuk melakukan pengecekan kesehatan kepada santri dan wali santri agar kegiatan santri tidak lagi terganggu. Selain itu, harapannya warga sekitar pun dapat beraktivitas seperti sedia kala.

“Terima kasih seluruh kepada seluruh masyarakat dan donatur yang terlibat membantu saudara-saudara kita yang terdampak kabut asap,” tutupnya. (jms/daarul quran)

 

Baca juga:

20 Ribu Hafidz Daarul Qur’an Tinggal di Seluruh Distrik Gaza Palestina