gomuslim.co.id – Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) memberikan sertifikasi halal kepada 800 jenis produk obat, jamu herbal, fitofarmaka, suplemen, vitamin dan lebih dari 30 ekstrak bio-active fraction milik Dexa Group.

Kepala LPPOM MUI, Lukmanul Hakim mengatakan, saat ini baru Dexa Group yang merupakan satu-satunya perusahaan di Indonesia yang berani menyatakan kehalalan produknya.

“Saat ini halal bukanlah sesuatu yang menakutkan bagi suatu perusahaan, karena dengan status halal maka perusahaan itu sudah mengarah untuk menguasai perdagangan global. Dan status halal ini telah menjadi trending topik di level internasional,” ujar Lukmanul Hakim disela pemberian sertifikat halal kepada Dexa Group di pabrik Dexa Medica Palembang, Jumat, (27/9/2019).

Menurutnya, untuk mendapatkan sertifikasi di dunia obat bukanlah sesuatu yang mudah bahkan sangat sulit, meskipun tidak menutup kemungkinan untuk mendapatkannya.

 

Baca juga:

Halal Institute Tinjau Langkah LPPOM MUI Terkait Gugatan UU JPH di MK

 

“Karena halal merupakan hitam dan putih, tidak ada-abu disana, yang halal itu jelas dan yang haram juga jelas. Namun, kini Dexa Group sudah memposisikan dirinya clear di wilayah halal,” jelas Lukmanul Hakim.

Ditempat yang sama, Kepala BPOM, Penny Kusumastuti Lukito menilai, dengan dikantongi sertifikat halal tersebut menunjukkan Dexa Group secara profesional berkomitmen memberikan produk kesehatan yang terjamin.

“Dexa sudah mengikuti kepatuhan yang sangat tinggi dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Makanan Majelis Ulama Indonesia (LPPOM-MUI),” jelasnya.

Penny juga memberikan catatan kepada Dexa Group dalam pengembangan fitofarmaka. Menurutnya, selama ini ketergantungan obat dalam negeri masih kepada obat kimia.

“BPOM ingin Dexa mengembangkan fitofarmaka karena Indonesia memiliki kekayaan bahan alami, bahkan diversitasnya terbesar kedua setelah Brazil,” ungkapnya.

Sementara itu, Pimpinan Dexa Group, Ferry Soetikno menyampaikan, sertifikat halal yang didapat merupakan wujud tanggung jawab sosial dan komitmen kuat dalam memenuhi kenyamanan dan kebutuhan masyarakat terhadap produk halal.

“Melalui komitmen kuat terhadap mutu ini, saat ini produk kita dapat bersaing di pasar global melalui ekspor ke empat benua yakni Asia, Afriia, Eropa dan Amerika,” jelasnya.

Sebagai informasi, Dexa Group mencangkup beberapa perusahaan, diantaranya, PT Dexa Medica pabrik Palembang dan Cikarang, PT Ferron Par Pharmaceuticals, PT Fonko International, serta PT Beta Pharmacon. Perusahaan tersebut kini menerima status sistem jaminan halal dengan kategori sangat baik sebagai pengakuan dari LPPOM MUI atas penerapan sistem produksi produk halal. (hmz/mui/sindo)

 

Baca juga:

Ini Upaya BPJPH Dorong UMKM Miliki Sertifikat Halal