gomuslim.co.id – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pulang Pisau melaksanakan salat istisqa bersama masyarakat. Salat memohon diturunkannya hujan itu dilaksanakan di halaman Masjid KH Ahmad Dahlan Pulang Pisau, Kalimantan Tengah akhir pekan lalu.

Salat istisqa dilakukan seiring terjadi kebakaran hutan dan lahan (kahutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Dampak kahutla ini meluas karena hujan tak kunjung turun sehingga kabut asap menganggu aktivitas masyarakat. Salah satu daerah yang merasakan dampak kabut asap kahutla adalah Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

Shalat istisqa diikuti oleh seluruh Pimpinan Daerah, majelis, lembaga, Ortom, Amal Usaha Muhammadiyah, mahasiswa Universitas Muhammadiyah, jamaah Masjid KH Ahmad Dahlan, beberapa tamu undangan dari instansi Pemerintah Daerah dan OPD, kemenag, sekolah-sekolah, serta seluruh lapisan masyarakat di wilayah Pulang Pisau dan sekitarnya.

 

Baca juga:

14 Ribu Hektar Sawah Kekeringan, Pemkab Karawang Gelar Salat Istisqa

 

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pulang Pisau, Supardi mengatakan bahwa adanya dampak kabut asap, kebakaran hutan dan lahan ini adalah akibat kelalaian manusia baik disengaja maupun tidak disengaja. Dengan rasa prihatin, pihaknya mengajak masyarakat untuk memohon doa dan ampunan kepada Allah agar segera diturunkan hujan.

“Mudah mudahan Allah segera menurunkan hujan dalam waktu yang tidak lama dan dapat merata di seluruh wilayah Pulang Pisau,” ujar Supardi.

Bertindak sebagai imam adalah Ustadz Ismail dan khatib oleh Najmuddin S.Ag yang menyampaikan bahwa hanya kepada Allah Rabbul Alamin kita memohon, agar berkenan menurunkan hujan yang membawa berkah atas segenap wilayah negeri.

Keesokan harinya, Ahad (22/9/2019) Allah limpahkan berkah dengan turunnya hujan yang sangat lebat mengguyur Pulang Pisau. “Segala upaya ini, hendaknya dibarengi dengan kekuatan hati dan prasangka baik kepada Allah SWT yang menjadi syarat agar doa dikabulkan Allah,” ungkapnya. (hmz/muhammadiyah)

 

Baca juga:

Respon Karhutla, DMI Serukan Umat Islam Lakukan Salat Istisqa