gomuslim.co.id – Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar, mimpi Indonesia untuk menguasai pasar halal global rasanya bukan sekadar angan-angan saja. Sebagaimana yang ditehaui bahwa saat ini ekonomi halal menguasai pasar global. Tentunya, sebagai negara Muslim, Indonesia harus bisa menguasai industri halal dunia.

Hal ini ditegaskan oleh Ketua Indonesia Halal Lifestyle Centre (IHLC) Sapta Nirwandar di acara acara Global Islamic Economy Summit Round Table Series di Jakarta, Rabu, (25/09/19). “Indonesia yang mayoritas berpenduduk muslim harus bisa menguasai industri halal di dalam maupun luar negeri,” ujar Sapta.

Kemudian ia menjelaskan terkait laporan belanja domesti produk dan jasa ekonomi halal yang mencapai 218,8 miliar dolar AS pada tahun 2017. Angka ini diproyeksikan akan terus bertumbuh dengan 5,3 persen CAGR (Compounded Average Growth Ratio) mencapai 330,5 miliar dolar AS pada tahun 2025. “Laporan ini memperkuat posisi dasar Indonesia sebagai mesin ekonomi halal dunia,” katanya.

 

Baca juga:

Halal Institute Tinjau Langkah LPPOM MUI Terkait Gugatan UU JPH di MK

 

Lebih lanjut Sapta mengatakan, pihaknya akan melakukan sosialisasi ke seluruh stakeholder ekonomi halal. “Kami akan melakukan sosialisasi kepada seluruh stakeholder ekonomi halal sehingga dampaknya lebih signifikan,” harapnya.

Ia juga membandingkan kesuksesan negara minoritas muslim yakni Brazil yang sukses sebagai pengekspor utama unggas halal di dunia. “Padahal mereka bukan negara mayoritas muslim,” sesalnya.

Menurut Sapta, Brazil berhasil menjadi pengekspor ayam ke negara-negara muslim, seperti di wilayah Uni Emirate Arab (UEA) karenan mempunyai supply-chain peternakan ayam halal, mulai dari telur sampai pemotongan, halal.” Bahkan mereka mempunyai pelabuhan khusus untuk itu,” tambahnya.

Deketahui bahwa lebih dari 300 pabrik di Brasil yang sudah bersertifikat halal mengirimkan produk-produknya ke negara-negara di Afrika Utara, Timur Tengah, dan Asia Tenggara. Importir utama makanan halal Brasil adalah Mesir, Iran, Arab Saudi, Lebanon, dan Libya. Daging halal adalah salah satu produk ekspor terbesar mereka. (wan/gatra/moeslimchoice/detik)

 

Baca juga:

Jelang Pemberlakuan JPH, GAPMMI Minta Tak Ada Razia Bagi Produk Belum Bersertifikat Halal